Dari tempat-tempat kumuh hingga sendi perkotaan.
Monyet diikat pada rantai keinginan.
Dipaksa menjadi manusia pada sebuah ajang.
Menyisakan lelah yang harus diterjang.
Upah sebuah pisang bukan yang disyukuri.
Melainkan gonggongan perut yang harus diberi.
Adakah sedikit hati nurani pada tuan.
Ku tak tahu, ia tertutup gelap awan.
Kurasakan negeri akhir-akhir ini seperti atraksi ronggeng monyet.
Kami rakyat diikat pada lingkaran sempit.
Hanya mampu berjalan sepanjang rantai merenggang.
Rantai ditarik, hidup mengerang.
Penulis: Nizar Ikhwan Rafi'i
Tags
sastra