Kata orang, kau begitu baik,
ceria, penuh canda tawa.
Namun, apakah itu sungguh nyata,
atau sekadar angin yang menenangkan jiwa?
Kata orang, kau begitu berharga,
periang, dicintai oleh Tuhan.
Namun, mengapa hatimu tetap bimbang,
gelisah akan bisikan yang datang?
Kata orang, kau penyayang,
bahagia, mudah memaafkan.
Namun, tak jarang kau tersesat,
terombang-ambing oleh suasana yang lewat.
Kata orang, kau kuat dan sabar,
namun kata-kata bisa menyesatkan.
Kau terbawa, tersungkur dalam dusta,
dan lupa akan dirimu yang sebenarnya.
Penulis: Nafiiz Rizqi
Tags
Puisi