Mengutuk Teror terhadap Tempo


Kami dari Lembaga Pers Mahasiswa Naraya UMC mengecam keras segala bentuk teror terhadap jurnalis. Kebebasan pers bukan sekadar hak, tetapi juga fondasi utama demokrasi.

Kami menolak segala upaya intimidasi terhadap jurnalis di mana pun berada!

#KamiBersamaTempo #StopIntimidasiJurnalis

“Kebebasan pers tidak menjamin keadilan dan perdamaian, tetapi tanpa pers, keduanya mustahil tercapai.” — Albert Ca

NarayaNews - Teror terhadap redaksi Tempo kembali terjadi. Setelah sebelumnya mendapat kiriman kepala babi, kini kantor redaksi tersebut menerima paket berisi bangkai tikus tanpa kepala. Paket ditemukan oleh petugas kebersihan pada Sabtu, 22 Maret 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.

Menurut keterangan petugas, bungkusan tersebut berbentuk kotak kardus dengan motif bunga mawar merah. Awalnya, mereka mengira isinya hanya mi instan, namun ketika dibuka, mereka mendapati enam ekor bangkai tikus dengan kepala terpenggal.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa paket tersebut dilemparkan oleh orang tak dikenal pada dini hari pukul 02.11 WIB dari luar pagar kantor Tempo, yang berlokasi di Jalan Palmerah Barat, Jakarta Selatan. Kotak itu sempat menghantam sebuah mobil yang terparkir sebelum akhirnya jatuh ke aspal, meninggalkan bekas goresan pada bodi kendaraan.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Tempo menerima paket berisi kepala babi tanpa telinga, yang dikirim oleh seseorang menggunakan jasa kurir berbasis aplikasi pada 19 Maret 2025. Paket tersebut ditujukan kepada Francisca Christy Rosana, jurnalis desk politik sekaligus host podcast Bocor Alus Politik.

Selain teror fisik, Tempo juga menerima ancaman terbuka melalui media sosial. Pada 21 Maret 2025, akun Instagram @derrynoah mengunggah pernyataan yang menyebutkan bahwa aksi teror akan terus berlanjut hingga “kantor kalian mampus.”

Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menegaskan bahwa serangkaian aksi ini adalah bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers. Ia menyebut bahwa tindakan tersebut jelas bertujuan menebar ketakutan di kalangan jurnalis.

“Jika niat mereka untuk meneror kami, mereka salah besar. Tempo tidak akan gentar. Tapi sudah cukup, hentikan aksi pengecut ini,” tegas Setri.

Pada 21 Maret 2025, Setri telah melaporkan kasus ini ke Mabes Polri, menyerahkan paket kepala babi sebagai barang bukti. Menanggapi kejadian terbaru, pihak kepolisian membentuk tim investigasi dan telah mengirimkan sekitar 20 personel ke kantor Tempo untuk mendokumentasikan bukti serta menelusuri pelaku di balik teror ini.

Sumber : Tempo.co

Lebih baru Lebih lama