NarayaNews - Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon mengamankan 17 remaja yang diduga terlibat aksi tawuran di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (9/3/2025) malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Keberhasilan tim patroli ini berawal dari laporan warga yang menginformasikan adanya sekelompok remaja yang berkumpul dan diduga akan melakukan aksi tawuran di jalanan. Tim patroli yang saat itu tengah melaksanakan Patroli Dialogis segera menuju lokasi dan berhasil membubarkan kelompok tersebut.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menyampaikan bahwa pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk 10 unit ponsel, 9 sepeda motor, 2 bendera, serta 3 potong pakaian dengan atribut tertentu. Para remaja yang diamankan selanjutnya dibawa ke Mapolresta Cirebon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami juga menemukan beberapa warga yang turut merusuh di lokasi kejadian. Oleh karena itu, tim segera melakukan tindakan pengamanan agar situasi tidak semakin memanas," ungkapnya, dilansir dari Fajar Cirebon.
Dalam upaya menjaga kondusivitas wilayah, Polresta Cirebon terus meningkatkan patroli rutin, khususnya selama bulan Ramadan. Patroli Raimas Macan Kumbang 852 sendiri berfokus pada pencegahan berbagai bentuk kejahatan jalanan, mulai dari tawuran, geng motor, premanisme, hingga peredaran narkoba dan miras.
Selain patroli di titik-titik rawan, tim kepolisian juga aktif menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga. Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada serta berperan aktif dalam melaporkan kejadian mencurigakan di lingkungan mereka.
"Kami memastikan bahwa Polresta Cirebon dan jajaran Polsek akan bertindak tegas terhadap pelaku kriminalitas. Masyarakat juga dapat menghubungi Call Center 110 atau nomor pengaduan WhatsApp 08112497497 untuk melaporkan kejadian yang mengganggu keamanan," tegas Kombes Pol Sumarni.
Kasus tawuran yang melibatkan remaja ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dari orang tua terhadap aktivitas anak-anak mereka. Kombes Pol Sumarni menekankan bahwa peran keluarga sangat krusial dalam mencegah generasi muda terjerumus dalam pergaulan yang negatif.
"Kami mengajak para orang tua, tokoh masyarakat, serta perangkat desa untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar. Jangan sampai anak-anak kita terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," tambahnya.